Senin, 22 Juni 2020

Menciptakan Keuangan yang Sehat



Generasi Milenial nggak Bisa Nabung, kok Bisa?

Gambar diambil dari id.lopevik.com
      Kegiatan menabung adalah salah satu cara agar kita bisa mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Mau beli tanah, nabung dulu. Mau beli mobil, dana masih kurang, nabung dulu. Walau ada juga yang kredit. Namun, yang perlu diketahi bahwa budaya menabung sudah menjalar lama di kehidupan kita. Bahkan, saat kita kecil, orang tua kita sering menasehati kita, “Nanti kalau uang jajannya sisa, di tabung ya.” Itulah yang teriang-teriang, saat kita masih kanak-kanak. Namun, kenapa anak-anak muda sekarang seakan melupakan nasehat itu. Bahkan, tak jarang mereka yang telah memiliki gaji bulanan, tapi masih saja kurang. kalau kata pepatah, “Besar Pasak daripada Tiang.”

     Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh perusahaan Luno dan Dalia Research kepada tujuh ribu responden dengan retan usia 23-28 tahun, didapati 69% menyatakan bahwa generasi milenial kesulitan untuk menabung bahkan sulit pula untuk berinvestasi.


    Mengutip dalam harian Tempo, bahwa tiga hal yang menyebabkan generasi milenial kesulitan untuk menabung adalah:      

        1. Gampang bosan dengan apa yang dibelinya.
Anak muda saat ini seakan tak pernah bosan untuk membeli barang yang baru. Baru diiklankan, langsung beli. Padahal, barang itu tidak terlalu penting dimilikinya. Namun, rasa ego seakan mengalahkan rasionalitas. Punya handphone kurang canggih, beli baru. Lalu, handphone yang lama ditelantarkan. Ada baju keren di mall, langsung beli. padahal baju yang lama, juga masih bagus. Kebiasaannya ini yang menjadikan pengeluaran mereka menjadi tak terkontrol. Bahkan terbilang boros.

              2. Seringnya menggunakan transaksi non tunai.
jaringanprima.co.id
Tak bisa dipungkiri, anak muda saat ini lebih gemar untuk berbelanja online ketimbang harus pergi ke pasar atau ke toko. Mau beli, tinggal klik. Itulah yang  disemboyankan oleh generasi milenial saat ini. Namun, selain itu, ada satu hal yang membuat pengeluaran boros. Yaitu adanya transaksi e-money atau digital cashless. Perilaku ini membuat mereka seakan bertindak semaunya tanpa ada penghalang untuk menghentikannya. Beda ceritanya, ketika mereka tak bawa uang atau kekurangan. “Nanti aja deh, uangnya kurang.” Itu yang sering kita ucapkan, saat dunia ini belum memasuki dunia digital cashless.

1           3.  YOLO (Young Only Live Once)
Prinsip ini yang sering dipakai Kids zaman now, “Hidup hanya sekali saja.” Mereka seakan melupakan untuk merancang asset di masa depan. Yang notabenya bisa digunakan untuk mereka atau anak cucu mereka. Maka, tak heran, bila mereka kesulitan untuk memiliki rumah di masa depan. Mereka tak memiliki tabungan. Bahkan parahnya, mereka seakan menjadi gelandangan di negeri sendiri.
So, sebagai generasi milenial, apa yang bisa kita diperbuat? Apa hanya bisa pasrah? Tentunya, masih ada beberapa langkah untuk merubah itu. Berikut tips menabung ala generasi milineal yang saya kutip dari CNBC Indonesia.

             1. Membuat pos pengeluaran
Buatlah pos-pos pengeluaran dalam hidup kita. Misalnya sepertiga pertama, kita alokasikan untuk kebutuhan kita. Sepertiga kedua digunakan untuk modal usaha. Dan sepertiga lainnya digunakan untuk menabung. Dan menabung di sini, para pakar keuangan mengajurkan untuk menabung emas bukan uang. Karena uang akan terkena inflasi yang mana nilainya akan semakin turun dari realitanya.

             2.  Jangan fokus pada satu sumber pendapatan
Terkadang orang terlalu nyaman dari satu sumber pemdapatan yang besar. Padahal itu bukan jaminan bahwa pendapatannya akan nyaman. Bayangkan, jika sumber itu macet, lalu apa yang ia lakukan? Terlebih kalau sumber penghasilanya kecil. Maka, solusinya adalah buatlah sumber-sumber pendapatan yang banyak walaupun hasilnya kecil. Lebih baik memiliki sumber-sumber pendapatan yang kecil ketimbang memiliki satu sumber pendapatan yang besar.
1           3. Menabung emas

Saat ini, sudah banyak masyarakat yang sadar untuk menabung emas daripada uang. Mudahnya akses untuk membeli emas menjadikan masyarakat lebih memilih menabung emas, lalu disimpannya. Di antara akses yang bisa kalian gunakan untuk membeli emas adalah akun instagram @emasminibekasi. Ini adalah satu akun yang berfokus dalam bisnis emas. Anda bisa membeli emas dari ukuran kecil. Mulai dari 0.05 gram sampai ukuran yang terbesar 100 gram. Bila masih kurang jelas, silakan kalian kujungi akun instagram yang tertera di atas.
Nah, itu adalah beberapa cara yang bisa generasi milenial gunakan untuk memperoleh keuangan yang sehat. Jangan sampai kita sebagai pemuda malah menjadi beban bagi orang tua. Justru kita harus menjadi kebanggaan mereka. Dan untuk menggapai itu, mulainya untuk menjadikan diri kita cerdas dalam mengelola keuangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar