Jumat, 16 Oktober 2020

SEMANGAT BERBAGI DI ERA BARU

 

Menebar kebaikan bersama al-Qur’an

            Islam adalah agama yang penuh kedamaian. Karena di Islam, seorang muslim tidak hanya bermuamalah kepada Allah saja, melainkan, dirinya juga harus bisa bermuamalah dengan sesama manusia. Baik yang seiman ataupun yang tak seiman.  Di antara bentuk muamalah yang bisa dilakukan sesama manusia adalah membantu saudara-saudara yang kesulitan, memberikan manfaat kepada sesama, mengajak orang-orang untuk berbuat baik dan meninggalkan keburukan. Dari sanalah akan timbul rasa ketenangan, kedamaian, dan rasa saling menghormati sesama manusia.

                 Selain itu, perintah berbagi pun telah Allah terangkan dalam al-Qur’an:

           مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

                 “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh:261)

          Allah akan membalas kebaikan seorang muslim sebanyak sepuluh kali lipat. Namun, bila seseorang muslim membelanjakan hartanya di jalan Allah, maka ganjaran yang diterimanya akan berlipat-lipat, bahkan bisa mencapai 700 kali lipat. Namun, Allah bisa saja membalasnya lebih dari itu, karena Allah Maha Memberi dan Maha Pengasih.

             Kehidupan ini bukanlah sebatas individualisme saja. Karena sejatinya manusia memiliki sifat sosial. Di mana dirinya hidup secara bermasyarakat dan berkelompok. Di kala susah, tentunya ia akan membutuhkan bantuan seseorang. Bisa saudara, tetangga, kerabat atau bahkan orang yang tidak dikenal. Di kala senang, dirinya bersyukur dan melibatkan Allah atas segala kenikmatan yang didapatkannya. Tentunya, kenikmatan itu juga ditebar di kalangan orang-orang yang berada di sekitarnya. Rasulullah SAW pernah bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ      

        “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

             Kebaikan yang dilakukan oleh seseorang, sejatinya akan kembali kepada dirinya sendiri. Apa yang diperbuatnya akan memberikan dampak positif bagi kehidupannya. Begitu pula sebaliknya, keburukan yang dikerjakannya akan berdampak negatif kepada dirinya pula.

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

          “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri … “ (QS. Al-Isra:7)

     Berbagi itu tidak perlu menunggu harta menumpuk atau melimpah, tetapi berbagi itu setiap waktu. Baik dalam lapang ataupun sempit. Berikut adalah beberapa kegiatan ami dalam menebar kebaikan bersama al-Qur’an.

      Kala itu, Yayasan Nida Al-Syakur yang bertempat di Pekayon, Bekasi mengadakan santunan anak yatim yang bertepatan di hari Ahad, 7 September 2020. Di antara bentuk santunan yang diberikan kepada mereka adalah uang secukupnya dan wakaf al-Qur’an. Kami pun memutuskan untuk memberikan al-Qur’an wakaf agar mereka bisa lebih dekat dengan Islam. Karena Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sebaik-baiknya diantara kalian adalah siapa yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya.”

           Kami pun sadar bahwa dengan berbagi, hidup seakan lebih bermakna. Harta yang kita miliki bukanlah yang tersimpan di bank atau rekening pribadi, melainkan harta yang kita miliki  adalah apa yang kita infakkan atau berikan kepada orang lain. Terlebih kepada anak-anak yatim, karena sesungguhnya merekalah orang-orang yang sangat dengan Rasulullah kelak di hari akhir.

Dari Sahl bin Sa’ad r.a berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggankan keduanya. (HR. Bukhari)

            Sadesha (Satu Desa Satu Hafidz) adalah program yang digagas oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang menargetkan 3000 Hafidz di tahun 2020. Kala itu, kami memberikan wakaf al-Qur’an untuk salah satu masjid yang ikut berpartisipasi dalam program ini. Kami pun berharap agar setiap apa yang mereka usahakan, baik ketika membaca al-Qur’an, menyelami kandungan ayatnya, atau menghafalnya akan menjadi amal jariyah bagi para wakif dan orang-orang yang turut serta dalam mensukseskan program ini.

           Tahun 2020 pun menjadi tahun yang sulit bagi kita. Di mana pandemic covid-19 menjadikan semua sektor menjadi melambat. Krisis kesehatan, sulitnya lapangan pekerjaan, dan melambatnya proses pembelajaran menjadikan semua harus bisa bertahan dan berjuang menghadapi pandemic ini. Semua dituntut untuk berbuat. Yang kelebihan harta membantu saudaranya yang kekurangan. Mereka yang kekurangan juga dituntut untuk bersabar akan musibah ini. Yakinlah bahwa Allah menguji hamba-Nya sesuai dengan kadar kemampuannya.

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

          Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..” (QS. Al-Baqoroh:286)

Mari kita pupuk “Semangat Berbagi di Era Baru (https://www.ucareindonesia.org/)” bersama “LAZ U Care Indonesia (https://www.ucareindonesia.org/  )”. Kita tidak tahu kebaikan mana yang Allah nilai. Kita hanya berusaha agar semua apa yang kita lakukan dapat dinilai baik oleh Allah dan Dia ridha atas apa yang kita lakukan. Hilangkan rasa “riya” karena itu bisa menjadikan amal-amalan kita sia-sia dihadapan-Nya


Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka Lomba Blog LAZ UCare Indonesia 2020.”