Setiap penulis memiliki tujuan yang berbeda dalam menulis. Ada yang ingin mencari penghasilan, memiliki relasi dengan banyak orang, ada juga yang ingin sekedar berbagi dengan orang lain tentang yang ia miliki.
Apapun itu, semua sah-sah saja, asal tidak bertentangan dengan hukum-hukum dan norma-norma yang ada. Namun, semua itu tidak akan terwujud bila naskah yang dimilikinya tidak dicetak dan dipromosikan ke masyarakat luas.
Bagi teman-teman yang ingin menerbitkan naskah, kalian bisa mencoba untuk mengajukan naskah kalian ke penerbit Mayor. Walau tak semua orang bisa diterima naskahnya. Berbeda dengan penerbit indie. Nah, apa saja sih yang perlu diperhatikan saat pengajuan naskah ke penerbit Mayor?
1. Kesesuai Naskah
Setiap penerbit memiliki ciri khas dalam menentukan naskah yang ingin diterbitkan. Misalnya jika teman-teman ingin menerbitkan novel. Kalian harus ke penerbit yang memang fokus di bidang itu. Untuk novel pun masih beragam, apa genre yang kalian tulis. Romance, horor, religius, anak-anak dan sebagainya.
Jika kalian sudah menulis naskah, silakan mencari info penerbit yang sesuai dengan genre naskah kalian. Bila naskah yang ajukan berbeda dengan kriteria yang diinginkan penerbit, bisa jadi naskah kalian akan ditolak. Dan itu setelah proses penungguan yang panjang, kurang lebih tiga bulan. Nah, lama kan? Maka dari itu, kita harus benar-benar jelih mencari penerbit mana yang sekiranya sesuai dengan genre naskah yang kita miliki.
2. Keunikan Tema Naskah
Kenapa proses penungguan sah itu lama? karena naskah yang masuk tidaklah sedikit. Dan tidak semua naskha itu diterima. Penerbit akan memilih sebuah naskah yang unik dan berbeda dari naskah-naskah yang ada. Karena bisa jadi, penerbit ingin memilih rasa baru dalam penerbitan buku itu.
Di samping itu, mereka juga melihat dari sisi bisnis. Tim marketing yang berada di lapangan akan mengecek, naskah apa yang paling diminati oleh pembaca. Jika sudah ketemu, maka naskah yang masuk dan sesuai dengan pasar yang dibutuhkan, maka kemungkinan besar, naskah kalian akan diterima.
Namun, jangan kecewa jika naskah kalian tidak diterima. Karena setiap naskah itu sudah ada pasar pembaca sendiri. Novel itu punya pasar sendiri, Non fiksi juga punya pasar sendiri. Karena setiap orang punya minat baca yang berbeda-beda. Jadi jangan berkecil hatinya ya. Kalau pun naskah kalian belum diterima di penerbit A, coba kirim ke penerbit B. Mudah-mudahan hasilnya berbeda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar