Penulis : Habiburrahman el shirazy
Penerbit : Republika
Kali ini, saya akan bahas tentang karya terbaru Kang Abik. Sebuah novel dengan genre Islami yang menjadi ciri khasnya. Ya hampir seluruh novelnya bernafaskan tentang nilai-nilai Islam. Mulai dari ayat-ayat cinta, bumi cinta, api tauhid, merindu baginda nabi, dan lain-lainnya.
Sepintas ketika saya membaca sinposis, ternyata lanskap cerita dalam novel ini berada di kota Lampung. Lebih tepatnya di sebuah desa dekat Gunung Pesagi. Walau belum pernah ke sana, setidaknya saya sudah bisa membayangkan akan pemandangan di sana. Karena film "Atap Negeri" karya Fiersa Besari juga menceritakan akan indahnya pesona Gunung Pesagi. Yaitu gunung yang menjadi puncak tertinggi di provinsi ini. Yang belum lihat, dilihat yah!
Seorang pemuda dengan bekal agama yang baik selalu beliau hadirkan dalam setiap karyanya. Termasuk dalam buku ini. Ya dialah Ridho, sosok pemuda yang sempat menimba ilmu di sebuah pesantren di Kota Cirebon. Namun, selain dia, ada juga sosok Syifa, gadis remaja yang sekaligus menjadi adik sepupunya. Alur cerita novel ini, banyak dimainkan oleh kedua tokoh ini.
Syifa adalah gadis remaja yang hidupnya dengan adiknya, Lukman. selain itu, dia juga hidup bersama dengan nenek dan kakeknya. Namun, kakeknya yang dulu menjadi penompang hidupnya sakit. Hingga akhirnya dialah yang harus menggantikannya. Dirinya pun harus berhenti sekolah dan berjuang untuk bekerja karena harus menafkahi keluarganya. Sementara Ridho, dirinya yang sedang menimba ilmu, tiba-tiba gurunya, Kyai Nawir menyuruhnya pulang. Atas dasar apa dia pulang? Apakah dia melakukan kesalahan hingga akhirnya dipulangkan?
Kisahnya pun masih berlanjut, di mana penulis menambahkan tokoh pembantu, di sana ada Bu Rosma, Sita, dan Lina. Mereka adalah keluarga kaya dengan bisnis kopi yang besar di provinsi ini. Sita adalah pemilik saham dari perusahaan ini. Dan Lina adalah adiknya yang bersatus sebagai mahasiswi kedokteran di Unila. Sedangkan Bu Rosma adalah ibu dari mereka. Lalu siapakah ayahnya mereka?
Dan masih banyak tokoh-tokoh lain. Seperti Diana, Kyai Sobron, Gus Najib, Cak Rosyid dan lain-lainnya. Mereka juga memiliki peran tersendiri dalam mengaluri cerita ini.
Inilah sekilas dari buku "Kembara Rindu". Selebihnya bisa dibaca sembari menikmati masa-masa isolasi diri. Terus berfikir positif dan jaga kesehatan agar kita semua bisa terus berbuat demi hidup yang lebih baik.
