Senin, 04 Mei 2020

Tips Naskah Tembus Mayor


      Setiap penulis memiliki tujuan yang berbeda dalam menulis. Ada yang ingin mencari penghasilan, memiliki relasi dengan banyak orang, ada juga yang ingin sekedar berbagi dengan orang lain tentang yang ia miliki.

     Apapun itu, semua sah-sah saja, asal tidak bertentangan dengan hukum-hukum dan norma-norma yang ada. Namun, semua itu tidak akan terwujud bila naskah yang dimilikinya tidak dicetak dan dipromosikan ke masyarakat luas.


      Bagi teman-teman yang ingin menerbitkan naskah, kalian bisa mencoba untuk mengajukan naskah kalian ke penerbit Mayor. Walau tak semua orang bisa diterima naskahnya. Berbeda dengan penerbit indie. Nah, apa saja sih yang perlu diperhatikan saat pengajuan naskah ke penerbit Mayor?

1. Kesesuai Naskah 

       Setiap penerbit memiliki ciri khas dalam menentukan naskah yang ingin diterbitkan. Misalnya jika teman-teman ingin menerbitkan novel. Kalian harus ke penerbit yang memang fokus di bidang itu. Untuk novel pun masih beragam, apa genre yang kalian tulis. Romance, horor, religius, anak-anak dan sebagainya. 

       Jika kalian sudah menulis naskah, silakan mencari info penerbit yang sesuai dengan genre naskah kalian. Bila naskah yang ajukan berbeda dengan kriteria yang diinginkan penerbit, bisa jadi naskah kalian akan ditolak. Dan itu setelah proses penungguan yang panjang, kurang lebih tiga bulan. Nah, lama kan? Maka dari itu, kita harus benar-benar jelih mencari penerbit mana yang sekiranya sesuai dengan genre naskah yang kita miliki.

2. Keunikan Tema Naskah

     Kenapa proses penungguan sah itu lama? karena naskah yang masuk tidaklah sedikit. Dan tidak semua naskha itu diterima. Penerbit akan memilih sebuah naskah yang unik dan berbeda dari naskah-naskah yang ada. Karena bisa jadi, penerbit ingin memilih rasa baru dalam penerbitan buku itu. 

     Di samping itu, mereka juga melihat dari sisi bisnis. Tim marketing yang berada di lapangan akan mengecek, naskah apa yang paling diminati oleh pembaca. Jika sudah ketemu, maka naskah yang masuk dan sesuai dengan pasar yang dibutuhkan, maka kemungkinan besar, naskah kalian akan diterima.

     Namun, jangan kecewa jika naskah kalian tidak diterima. Karena setiap naskah itu sudah ada pasar pembaca sendiri. Novel itu punya pasar sendiri, Non fiksi juga punya pasar sendiri. Karena setiap orang punya minat baca yang berbeda-beda. Jadi jangan berkecil hatinya ya. Kalau pun naskah kalian belum diterima di penerbit A, coba kirim ke penerbit B. Mudah-mudahan hasilnya berbeda.

Sabtu, 02 Mei 2020

Berbisnis dengan Modal Smartphone


Penulis : Endri Prasetyo dkk

Penerbit : Motivaksi Inspira

No ISBN : 978-623-91120-6-6

Saat ini, kita telah memasuki era digitalisasi atau yang lebih dikenal dengan digitalisasi 4.0. Yaitu suatu keadaan di mana hampir semua elemen kehidupan dapat dikendalikan melalui smartphone. Ingin pesan makanan, bisa pesan lewat aplikasi. Mau berpergian, bisa pakai grab atau go-jek. Mau beli buku, bisa pesan lewat e-commerce atau yang sejenisnya.

Sebagai praktisi bisnis online, saya mencoba membukukan apa yang pernah saya lakukan dan alami. Untuk kalangan remaja, dunia online bukanlah sesuatu yang asing. Berbeda dengan mereka yang berusia telah dewasa. Katakanlah di usia 40-an ke atas. Namun, ada juga yang melek dari mereka tentang dunia ini. Namun, yang jadi masalah, berapa banyak dari kalangan muda yang bisa mengoptimalkan dunia online untuk hal-hal yang bersifat positif?

Kali ini, saya mencoba memanfaatkan ranah itu untuk usaha online. Saya pribadi telah terjun di dunia bisnis online di kisaran tahun 2018. Kala itu, saya bergabung dengan salah satu komunitas yang bergerak dalam ranah ini. Dan di sanalah saya tahu, bahwa berjualan itu tidak mesti membutuhkan lokasi atau tempat. Kita cukup memiliki handphone dan data yang digunakan untuk mempromosikan barang yang kita miliki. Tidak hanya itu, di sana juga saya belajar bagaimana cara untuk berjualan. Dari media yang berbayar ataupun tidak. 

Dari media-media yang sifatnya gratis, kita bisa menggunakan whatapss, facebook, instagram. Ini yang saya alami. Namun, di samping itu, saya juga menggunakan media-media yang berbayar seperti Fb Ads, Paid Promotion, Website dll. Walau dari keduanya, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Selebihnya bisa kalian baca di buku saya.

Adapun bisnis yang saya tulis dalam buku itu adalah bagaimana berbisnis emas. Baik yang sifatnya online atau ofline. Walau yang sifatnya online, lebih banyak saya tulis di buku itu. Emas yang ada, bukan emas perhiasaan. Tapi emas murni dengan kadar 24 karat. Dari yang ukuran 0,1 gram sampai yang paling besar 25 gram. Untuk masalah ini, Insya Allah saya akan tulis di tema yang berbeda. Tapi kalau ingin lebih tahu, bisa mengunjungi instagram saya atau membeli buku itu.

Jadi, bagi kalian yang bingung untuk kerja, kalian bisa mulai dengan jualan online. Dan Alhamdulillah buku itu sudah tersedia di Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia. Jadi kalian tidak kesulitan untuk mendapatkan. Setidaknya ini bisa menjadi bahan belajar kalian untuk memulai usaha online. Selain itu, di dalamnya kalian juga bisa menemukan berbagai usaha online yang sekiranya cocok untuk kalian. Karena ini buku antologi yang ditulis oleh para pelaku bisnis online dari berbagai jenis usaha. Mulai dari emas, buku, alat kelontong dan lain sebagainya.

Untuk pemesanan buku bisa menghubungi ig saya ya @endriprasetyo517

Sekian, semoga bermanfaat!!