Sudahkah kita membaca Al-Qur’an?
Sudah sepatutnya, membaca Al-Qur’an
menjadi kebutuhan bagi setiap muslim. Membaca Al-Qur’an bukan hanya sebatas
kewajiban, melainkan juga sebagai kebutuhan ruh yang harus selalu diisi setiap
hari. Jika urusan fisik saja, selalu diperhatikan. Makan dan minum selalu
diutamakan, lalu untuk urusan ruh, kok dilupakan?
Keseimbangan antara fisik, ruh, dan
akal harus dikerjakan secara seimbang. Kebutuhan fisik dengan memperhatikan
kebutuhan tubuh. Dari mulai mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat,
berolahraga, dan membuat lingkungan hidup yang sehat. Kebutuhan akal pun tak
kalah penting. Belajar, membaca, menulis adalah rutinitas yang menunjang
keseimbangan akal. Dan yang tak kalah paling dari itu semua adalah kebutuhan
ruh. Hal ini ditunjang dengan ibadah-ibadah yang kita kerjakan, seperti shalat,
puasa, dan juga membaca Al-Qur’an.
Namun, yang sangat disayangkan
adalah masih banyak yang kesulitan untuk menyempatkan waktu untuk berinteraksi
dengan Al-Qur’an. Baik membacanya, mentadaburinya, atau juga menghafalnya. Terlebih
bagi yang hidup di lingkungan perkotaan. Aktivitas duniawi seakan menjadikan
aktivitas akhirat ditelantarkan. Kesibukan pekerjaan membuat waktu untuk belajar
Al-Qur’an seakan sedikit. Bahkan, tak ada.
Bagaimana agar kita bisa memiliki
semangat untuk memperlajari Al-Qur’an?
Agar kita bisa memiliki niat dan
semangat untuk mempelajari kitab Allah, maka kita harus mengetahui keutamaan
dari mempelajarinya. Mengutip dari kitabisa.com, di antaranya keutamaan belajar
Al-Qur’an adalah
1.
Mendapatkan kebaikan
Dalam hadits
Imam Muslim, diriwayatkan Aisyah ra, Rasulullah bersabda, “Seorang yang lancar
membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu
taat kepada Allah. Adapun yang membacanya dan terbata-bata di dalamnya dan
sulit atasnya bacaan tersebut. Maka, baginya dua pahala.”
Entah, berapa
usia kita, sesibuk apapun kita, baik sudah lancar atau belum, semuanya memiliki
keutamaan. Yang sudah lancar dalam membacanya, maka dirinya dikelilingi
malaikat. Yang belum lancar pun, maka baginya dua kebaikan. Pahala pertama dari
bacaan itu sendiri dan pahala kedua, pahala dari usahanya untuk bisa membaca
Al-Qur’an.
2.
Terpelihara dari kegelapan
Dalam hadits
yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang
mendengar satu ayat dari kitab Allah, ditulis baginya satu kebaikan yang
berlipat ganda. Siapa yang membacanya pula, baginya cahaya di hari kiamat.”
Setelah fase di
dunia ini, kita akan masuk ke alam kubur. Alam di mana keadaannya sangat gelap.
Bahkan, keadaannya lebih gelap dari keadaan di dunia. Listrik nggak ada, cahaya
lilin pun juga nggak ada. Hanya ada cahaya amal shaleh dan Al-Qur’an yang bisa
menjadi penerang di alam kubur nanti.
3.
Mendapatkan syafaat
Dalam hadits
Muslim, Abu Umamah Al Bahily ra berkata, “Aku telah mendengar, Rasulullah SAW
bersabda: “Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya dia akan datang pada hari
kiamat sebagai pemberi syafaat kepada orang yang membacanya.”
Di hari kiamat
kelak, semua orang sangat sibuk akan kesibukannya masing-masing. Hubungan keluarga
di dunia menjadi tak berharga kelak, kecuali Allah mengizinkannya. Semua orang
mengharapkan syafaat dari yang Maha Pemberi Syafaat, yaitu Allah. Dan kelak,
Al-Qur’an pun bisa memberi syafaat kepada orang-orang yang sering membacanya.
Semua orang memiliki kesempatan untuk
belajar Al-Qur’an. Baik mereka yang muda, orang tua, atau juga lansia. Bila ada
rasa malas, ingat-ingatlah akan keutamaannya. Uang kelak tak ada artinya,
jabatan kelak tak bernilai dihadapan-Nya. Hanya amal shaleh yang kelak akan berharga dan dari membaca Al-Qur’an tersimpan
akan kemulian yang tiada ternilai harganya. Semoga kelak, kita menjadi
hamba-hamba yang mendapatkan syafaat dari Al-Qur’an.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar