Kunci ketika kita ingin belajar menulis adalah jangan banyak mikir untuk menulis. Hal ini penting agar setiap apa yang kita tulis tidak menjadi beban. Asalkan tulisan yang kita tulis tidak dipublikasikan. Karena bila ingin dipublish, ada norma-norma yang harus diperhatikan agar apa yang ditulis bisa diambil manfaatnya bukan malah meresahkan.
"Saya nggak PD buat nulis. Tulisan saya jelek". Ini sering sekali ditemukan bagi siapa saja yang ingin mulai menulis. Padahal kita nggak tahu, apakah tulisannya jelek atau sebaliknya? Bisa jadi dirinya berasumsi tulisannya jelek, tapi bagi teman kita malah berkesan atau bermanfaat.
Ketika awal-awal saya menulis. Ada rasa takut yang menahan jari-jari untuk mengetik. Ide sudah ada. Waktu cukup luang. Tapi rasa takut selalu membayangi untuk mulai menulis. Namun, perlahan hal ini bisa saya lewati hingga kini mulai terbiasa untuk membangun kebiasaan untuk menulis. Intinya adalah NULIS AJA!
Saya mulai menyadari bahwa teori terpenting dari menulis adalah berani mulai menulis tanpa harus tertahan oleh sebuah teori.
"Tulislah apa yang dekat dengan kamu". Ini pesan dari guru saya, kalau ingin nulis itu dimulai dari apa yang kita tahu dan dekat dengan ini. Saya pun mulai berfikir, kira-kira gaya tulisan saya itu ke arah mana yah?
ARTIKEL! Tak butuh banyak halaman, namun penuh akan pesan. Artikel menjadi langkah awal saya untuk mulai menulis. Ketika ada ide untuk menulis, saya mulai mencatat point-point apa yang harus tulis. Lalu, ketika sudah di depan laptop, saya hanya menyatukan point-point itu dalam satu tulisan yang tersusun layaknya sebuah artikel.
Jika menulis tanpa sebuah tantangan, rasanya ada yang kurang. Saya mulai menantang diri, bisa nggak sih tulisan saya itu dilirik oleh teman-teman. Dan Alhamdulillah, tahun 2020 tulisan saya bisa dilirik. Walau tidak semua tulisan bisa masuk nominasi juara.
![]() |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar