Penulis : Fiersa Besari
Penerbit : Mediakita
Cetakan : 2017
Apakah kamu termasuk seorang
traveler? Atau seorang pecinta alam yang telah menaklukan puluhan gunung di
negeri ini? Jika iya, maka rasanya buku ini tidak asing oleh kalian. Karena
sosok penulis sudah familiar di kalangan para pecinta alam ataupun para
traveler.
Konspirasi
alam semesta merupakan salah satu karya tulis dari seoang fiersa besari. Buku
ini mencerikan tentang sosok dua pemuda yang dicandu oleh cinta asmara. Mereka
adalah Juang Astrajingga dan Ana Tidae. Juang adalah sosok pemuda yang memiliki
jiwa petualang, seorang jurnalis lepas, dan tipe cowok romantic tanpa pandai
menggombal. Sedangkan ana adalah cewek cantik yang berhasil menembus relung
hati, bagi siapa aja cowok yang berada di dekatnya, termasuk Juang dan kang
Deri.
Entah
mengapa, ana yang sebelumnya melabuhkan hatinya di hati kang Deri. Perlahan
berpindah dan bersimpuh di landasan Juang. Di pelukan juang, ana merasa
mendapatkan ketenangan, kenyamanan, dan keisntimewan yang ana sendiri tidak ia
dapatkan saat bersama kang Deri. Walaupun kang Deri sendiri, masih berusaha
untuk berupaya untuk mendapatkan cinta dari Ana Tidae.
Kisah
kesetian Ana pun diuji, tatkala proposal penelitian Juang diterima. Ia
mengajukan penelitian akan fenomena social yang ada di bumi Cendrawasih. Dan ia
harus meninggalkan Ana Tidae dalam beberapa bulan ke depan. Hanya kesetiaan dan
kesabaran yang bisa Ana andalkan demi menguatkan cinta keduanya. Dan di bagian
ini. Kita bisa melihat bagaimana sesungguhnya fenomena social saudara- saudara
kita yang ada di Indonesia bagian timur. Mulai dari Sorong, Raja Ampat,
Kaimana, Manokwari dan Yapen.
Namun
perihal di atas belum seberapa, ujian besar yang selanjutnya menimpa Ana Tidae
adalah tatkala dirinya di vonis mengindap penyakit tumor otak. Dan dia harus
berjuang tanpa ditemani sosok Juang. Di sisi lain, Juang tak tahu akan penyakit
yang diderita oleh Ana tidae. Dirinya melarikan diri ke pulau Nias untuk
menyelesaikan beberapa tugasnya sembari menghapus panah cemberu lantaran ia
melihat Ana dipeluk oleh Deri beberapa hari yang lalu.
Cinta
penuh ujian. Kalimat tersebut seakan menjadi gambaran novel ini. Tatkala,
penyakit ana sembuh. Ujian yang selanjutnya adalah tatkala Juang harus berkunjung
ke Sinambung. Area yang penuh dengan bahaya terutama area pegunungannya. Dan di
saat itu pula, ana sedang mengadung janin dari Juang. Dan di bagian ini ada
pilihan diksi yang saya suka
“
hatiku memang akan senantiasa terbagi untuk tiga perempuan. Ibu, yang
keindahannya terukir abadi. Kau, calon ibu untuk anak- anakku kelak. Dan Ibu
pertiwi, yang memberikan kebaikannya lagi dan lagi, menelantarkan salah satu
dari kalian hanya akan menyakitiku.”
Walau
pada akhirnya, takdir tuhan tidak bisa dipilih. Rasa sakit justru yang Ana
terima. Lantaran Juang kembali kepangkuan bukan berupa jasad, namun berupa
mayat.
Novel
ini sangat ringan untuk dibaca. Mulai anak remaja, pemuda, bahkan bagi sepasang
kekasih yang sedang mengalami LDR (Long Distance Relationship). Buku ini
seakan menjadi teman dikala senja untuk menikmati diksi- diski indah yang tak
pudar oleh panjangnya tulisan. Pembaca seakan terhanyut dalam arus cerita yang
dibuat oleh penulis. Cerita cinta yang dibalut oleh diksi- diksi indah dalam
nuansa alam nusantara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar